Tuesday, June 8, 2010

Kota Azam

Setelah sinar mentari kian menjauh
Kusiram pohon semangat
dengan air mata anak-anak dan wanita
yang siang mereka gelap dengan dendam
dan malam bersinar dengan harapan

dan bintang ketabahan masih berkerlip
bayang resah mencengkam nadi si pengecut
topeng kekejaman yang mereput
dimamah zaman
kini kian hancur

Wahai anak-anak dan wanitaku
di atas pusara yang bertaburan
kau bangunkan kota azam
lambang kegagahan
yang takkan padam.

No comments:

Post a Comment