Monday, June 29, 2009

Sejingkat yang mesra

0 comment
Lewat angin malam yang berhembus
aku adalah si perindu
pada rumah nenek di tepi masjid tua
menganyam kasih
bersama gemersik azan maghrib
di kaki bukit kerikil

lalu sungai khayal beralun halus
saat kapal kenangan berlabuh setia
melempar senyum mesra
anak-anak kecil di tepi jambatan
ketawa gembira

seketika terpana
debu jalan raya dan
deru kereta
nenek telah tiada
sejingkat yang mesra
di dadamu kasihku tersisa.



1115
290609

Saturday, June 27, 2009

Rumah ini

0 comment
Rumah ini
tiangnya kepercayaan
lantainya kesetiaan
dindingnya keyakinan
anjungnya kemesraan
tangganya kesabaran
bumbungnya ketakwaan

rumah ini
di sini aku berdiri
menyemai cinta
kerana Illahi.

1255
270609

Thursday, June 25, 2009

misteri kehidupan

0 comment
Meraut mimpi di redup malam
aku kian tenggelam kebingungan
mawar hitam yang kau hadiahkan
mengalir racun yang berbisa

saat kolam mimpi mula berkocak
degup janji yang kau ukir
hanya runtuhan kata-kata manis
berbaur angan yang kejam

akhirnya
dalam janji semalam
aku kian mengerti
misteri kehidupan
akan tetap satu misteri.


22.06.09

Mengintai kenangan

0 comment
Mengintai kenangan di tepi jendela
jangan kau leka pada hijaunya daun
jangan kau alpa pada birunya awan
jangan kau lupa pada merahnya mawar

kolam cinta yang tenang
kini telah kian kontang
ditelan dek mentari masa
yang menghambat usia

hari ini
saat mega senja menyapa
rerumput di laman rasa
semakin mesra

kerana
kita semakin dewasa.

24.06.09

Wednesday, June 17, 2009

Cinta Sakinah

0 comment
Di redup awan
sinar matanya adalah kasih
bening mendingin
mentari yang resah
di hujung pagi

saat bara cemburu
memamah rasa rindu
kian hari berlalu
kian kukuh membelenggu
sunyi di lubuk kalbu

seketika hati membeku
lantas jiwa berbicara
menyapa seuntai sabar
cinta sakinah,
moga diberkati selamanya.

0902
170609

Tuesday, June 16, 2009

Harga diri

0 comment
Telah bangkit resah
mencarta garis gelisah
di gelombang ganas
merempuh nafas
di peta globalisasi

lantas tersentak
nafsu angkuh polis dunia
saat tembok ego wall street
ranap menyapa debu
di bumi yang membahang

hanya kini
pandang mata fikir
akur merendah
rumput kering di bumi
pun punya harga diri.

0936
16.06.09

Monday, June 15, 2009

kota meratap

0 comment
kota menangis
barah di dada
menular kian hari
menyebar di saraf mimpi

kota tersendu
darah dan nanah
resah dan gelisah
merentap parah

kota meratap
maruah yang musnah
dimamah tamak nafsu
atas nama kemodenan

1259 am
150609

Sunday, June 14, 2009

Semalam, hari ini dan esok

0 comment
Dalam mimpi semalam
ada degup harapan
menutur rasa sepi
saat senja menyapa
garis langit di deru ombak

hari ini
nafas yang bangkit
mengutip buih-buih kecewa
adalah air mata yang lenyap
di putih pepasir di pantai

namun esok
sinar mentari pagi
pasti membawa cinta
yang membenih rasa
di kebun bahagia.

1105
130609

Friday, June 12, 2009

Kota jiwa (sebuah cerita)

0 comment
Amat bingit
namun terasa sunyi

amat meriah
namun terasa sepi

amat mewah
namun terasa payah

kota jiwa
kau amat resah
kembalilah
Dia Maha Pemurah...

0835 am
120609

Thursday, June 11, 2009

gadis kecil bergaun merah

0 comment
telah sekian lama
dia disana
di tepi jendela

merenung kejauhan
merentas ruang ingatan
ke zaman silam
yang kelam

gadis cilik bergaun merah
di tangannya sebakul kuih
menjaja ke hujung desa
demi sesuap cinta
yang terlalu berharga
di genggam derita

di jendela itu
dia masih setia
mengintai derita
yang masih ada
di luar sana...


0854 am
11062009

kasihmu mama

0 comment
tiga puluh tujuh tahun
adalah terlalu lama
untuk belajar erti dewasa
dari bertatih sehingga berkeluarga
jerih perih mendidik si manja
senyum tangisnya penawar jiwa
di kala ungkap sabar
hanya sekadar kata
tanpa makna

kini
di ambang
tiga puluh tujuh
aku kian mengerti
kasihmu mama tiada bandingnya...

0846 am
11062009

Wednesday, June 10, 2009

Salam rindu wahai teman

0 comment
Salam rindu wahai teman
telah lama taman remaja kita tinggalkan
saat menyemai benih persahabatan
tika menyiram kembang kemesraan
harum mewangi kudup kesetiaan
bersama gurau dan gelak tawa ria
bersulam rajuk dan derai air mata

teman
kini kita telah lama menginjak kota dewasa
sibuk mengharung kerenah kerjaya
juga nikmat kebahagiaan berkeluarga
bersama senyum dan tawa
si cilik penyejuk jiwa

namun teman
sesekali menyelak album kenangan
ternyata wajah-wajah kalian
masih kemas tersimpan
di gobok ingatan...


1224 pm
100609

Saturday, June 6, 2009

bicara tanpa kata...

0 comment
Bicara kita
tanpa kata
tanpa makna

apakah telah berlalu
musim bunga
yang kita cipta?...

0255 am
100609

Friday, June 5, 2009

pasrah

0 comment
Dalam duka yang meratap
ada luka yang tersingkap
menerobos rasa kecewa
pada awan kelam yang tersisa

merenung kaki malam aku disapa
terkilan membungkam dendam
saat tirai sumbang semalam
mengetuk kamar harapan

mungkinkah mampu aku
melangkah menongkah pandang
rekah sumbing mata menjeling
agar sinar mentari menyalut mimpi

aku pasrah...

0745 pm
050609

rebah yang patah

0 comment
Jalur resah merentas angan
yang bergentayangan di ruang
tanpa kata dan bicara

rebah yang patah
patah yang parah
parah yang berdarah
berdarah yang bernanah

bukakan mata minda
agar tiada lagi
jiwa yang cedera...

1135 am
050609

Thursday, June 4, 2009

Mawar di Mahmudiyah

0 comment


Mawar yang kelmarin mekar

walau tamannya berbahang
di medan jihad
dibaja nanah
disiram darah
yang merah

hari ini
di Mahmudiyah
yang tinggal hanyalah
makam bernisan dendam
mencengkam jiwa
dan harapan kelam

pusara ini
penjara itu
kini aku
tidak lagi keliru...



0959 am
040609

Wednesday, June 3, 2009

duka semalam...

0 comment


Duka di perjalanan

yang kukutip semalam
kian bernanah
kian berdarah

pedihnya menjalar
ke urat saraf
melumpuh rasa
memamah jiwa

hari ini aku masih di sini
bersama hembusan zikir
dan deruan takbir
di lembah taqwa.

Moga aku
akan semakin dewasa
dalam langkah hidup
ke hari muka...

1530
030609

Tuesday, June 2, 2009

Maruah bangsa

0 comment


Mentari pagi tersipu malu
petani muda di ladang menghijau
telah lama kering keringatnya
menyapa tanah berbudi tinggi

nun di hujung kampung
kilangnya segak berdiri
tonggak kehidupan masyarakat sekeliling
menjulang maruah yang dipandang rendah

kini kami
bukan lagi
masyarakat subsidi...


0820
2 Jun 2009